Sabtu, 12 Mei 2012

virtual machine


BAB I
PENDAHULUAN

Mesin virtual pada mulanya didefinisikan oleh Gerard J. Popek dan Robert P. Goldberg  pada  tahun  1974  sebagai  sebuah  duplikat  yang  efisien  dan  terisolasi dari  suatu  mesin  asli. Pada  Masa  sekarang  ini,  mesin-mesin  virtual  dapat mensimulasikan  perangkat  keras  walaupun  tidak  ada  perangkat  keras  aslinya sama sekali. Sebuah mesin virtual sistem adalah perangkat yang berupa platform sistem yang lengkap dan dapat menjalankan sebuah sistem operasi yang lengkap. Sebaliknya,  mesin  virtual  proses  didesain  untuk  menjalankan  sebah  program komputer  tertentu  (tunggal),  yang  berarti  mesin  virtual  ini  mendukung  proses tertentu  juga. Karakteristk mendasar  dari  sebuah mesin  virtual  adalah  batasan-batasan bagi perangkat lunak yang berjalan di dalam mesin tersebut, sumber daya yang dibatasi, dan tidak dapat mengakses keluar tembok batasan dunia maya itu. Sebuah sistem operasi tidak dapat membedakan antara mesin virtual dan mesin fisik, atau dapat aplikasi atau komputer lain pada jaringan. Bahkan mesin virtual berpikir itu adalah "nyata" komputer. Akibatnya, mesin virtual menawarkan sejumlah keunggulan yang berbeda dari perangkat keras fisik. Mesin virtual pertama yang beredar adalah CP-40 (Adams, 2005) yang dikembangkan oleh IBM sistem/360 pada tahun 1967. Selanjutnya pada tahun 1999 IBM mengeluarkan mesin virtual seri VM/390 untuk mengetes permasalahan Y2K(Kohlbrenner, 2009). Beberapa pihak mendefinisikan mesin virtual sebagai sistem komputasi dimana instruksi yang dieksekusi berbeda dengan perangkat keras untuk task tertentu (Adams, 2005). Namun secara umum mesin virtual adalah abstraksi dari perangkat keras sistem komputer (Cap-lore, 2009). Saat ini terdapat beberapa mesin virtual seperti Qemu, VMWare, Virtual Box dan Xen yang dapat digunakan untuk simulasi sistem operasi. Sebelum hadirnya mesin virtual, universitas terpaksa harus menyisihkan dana pembangunan lab untuk pengajaran sistem administrasi, administrasi jaringan dan keamanan. Dengan adanya, mesin virtual mampu mengurangi biaya untuk keperluan pengajaran tersebut. Beberapa sistem operasi dapat dijalankan secara bersamaan. Masing-masing mesin virtual saling terpisah dan aman dari bugs yang
dihasilkan mesin virtual lain. Hingga kini mesin virtual telah memberikan banyak manfaat dalam percepatan penelitian di bidang sistem operasi.
























BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian
Dengan menggunakan mesin virtual, user mampu menginstal beragam sistem operasi tanpa harus menghapus sistem operasi yang ada.Hardware tambahan pun tidak dibutuhkan, artinya mesin virtual dapat mengemulasikan perangkat-perangkat keras yang semestinya dimiliki seperti port RJ45 untuk koneksi jaringan, kartu VGA, dan lain sebagainya. Dengan begitu biaya yang dibutuhkan menjadi lebih sendikit. Sistem operasi yang berjalan pada mesin virtual memang lebih lambat jika dibandingkan dengan menggunakan perangkat keras. Hal ini terjadi karena mesin virtual meminjam sumber daya yang dimiliki komputer.
Sebuah mesin virtual adalah wadah terisolasi perangkat lunak yang dapat menjalankan sistem operasi sendiri dan aplikasi seolah-olah komputer fisik dan berisi itu sendiri, di mana sebuah sistem operasi  atau program dapat diinstal dan dijalankan, terdiri dari perangkat lunak dan tidak mengandung komponen perangkat keras apapun.Berbasis CPU, RAM hard disk dan kartu antarmuka jaringan (NIC). Perangkat lunak mesin virtual membutuhkan ruang pada disk untuk menyediakan memori virtual dan spooling sehingga perlu ada disk virtual.

Kesesuaian

Sama seperti komputer fisik, mesin virtual host tamu sendiri sistem operasi dan aplikasi, dan memiliki semua komponen yang ditemukan dalam sebuah komputer fisik (motherboard, kartu VGA, kartu jaringan controller, dll). Akibatnya, mesin virtual yang benar-benar kompatibel dengan semua sistem operasi standar x86, aplikasi dan driver perangkat, sehingga Anda dapat menggunakan mesin virtual untuk menjalankan semua perangkat lunak yang sama yang akan Anda jalankan pada komputer x86 fisik.

Hardware Independence Hardware Kemerdekaan

Mesin virtual yang benar-benar independen dari perangkat keras yang mendasari fisik mereka. Sebagai contoh, Anda dapat mengkonfigurasi mesin virtual dengan komponen virtual (misalnya, CPU, kartu jaringan, SCSI controller) yang benar-benar berbeda dari komponen fisik yang ada pada perangkat keras yang mendasarinya.. Mesin virtual pada server fisik yang sama bahkan dapat menjalankan berbagai jenis sistem operasi (Windows, Linux, dll).
Konsep Mesin Virtual
Dasar logika dari konsep mesin virtual atau virtual machine adalah dengan menggunakan pendekatan lapisan-lapisan (layers) dari sistem komputer. Sistem komputer dibangun atas lapisan-lapisan. Urutan lapisannya mulai dari lapisan terendah sampai lapisan teratas adalah:
·    Perangkat keras (semua bagian fisik komputer)
·     Kernel (program untuk mengontrol disk dan sistem file, multi-tasking, load-balancing, networking dan security)
·     Sistem program (program yang membantu general user)
Kernel yang berada pada lapisan kedua ini, menggunakan instruksi perangkat keras untuk menciptakan seperangkat system call yang dapat digunakan oleh komponen-komponen pada level sistem program. Sistem program kemudian dapat menggunakan system call dan perangkat keras lainnya seolah-olah pada level yang sama. Meskipun sistem program berada di level tertinggi , namun program aplikasi bisa melihat segala sesuatu pada tingkatan dibawahnya seakan-akan mereka adalah bagian dari mesin. Pendekatan dengan lapisan-lapisan inilah yang kemudian menjadi kesimpulan logis pada konsep Virtual Machine(VM) atau virtual machine(VM)
Pada gambar di bawah terdapat ilustrasi mesin virtual. Terdapat warna hijau biru dan  orange. Masing-masing  warna  melambangkan  OS  yang  berbeda,  OS  bisa sejenis maupun berbeda jenis.

Keuntungan Penggunaan Mesin virtual
Ø Keamanan yang terjamin
- VM mempunyai pelindungan lengkap pada berbagai sistem sumber daya
- Tidak ada pembagian sumber daya secara langsung. Pembagian disk mini dan jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak
Ø VM sistem adalah kendaraan yang “sempurna”untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi
-Dengan VM perubahan suatu bagian tidak akan
mempengaruhi komponen yang lain
 Kerugian Penggunaan VM
Ø VM sulit diimplementasikan karena banyak syarat yang  dibutuhkan untuk menyediakan duplikat yang tepat dari underlying machine. Haruspunya virtual-user mode dan virtual-monitor modeyang keduanyaberjalandipysical mode. Akibatnya, saat instruksiyang hanya membutuhkan virtual monitor mode dijalankan, register berubah dan bisa berefek pada virtual user mode, bahkan bisa me-restart VM
Ø Dalam sistem penyimpanan. Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansi untuk menyediakan memori virtual dan spooling.Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan underlying bare hardware.
Virtualisasi Penuh
Virtualisasi penuh dalam ilmu komputer ialah teknik virtualisasi yang digunakan untuk implementasi pada berbagai macam lingkungan virtual machine: Salah satunya menyediakan simulasi lengkap yang mendasari suatu hardware. Hasilnya adalah sebuah system yang mampu mengeksekusi semua perangkat lunak pada perangkat keras yang bias dijalankan pada Virtual Machine(VM), termasuk semua sistem operasi.
Setiap user CP/CMS telah disediakan sebuah simulasi, komputer yang berdiri sendiri (stand-alone computer). Setiap mesin virtual serupa telah mempunyai kemampuan lengkap mesin yang mendasar, dan untuk user Virtual Machine (VM)telah tak dapat dibedakan dengan sistem privasi. Simulasi ini sangat luas, dan didasarkan pada prinsip operasi manual untuk perangkat keras. Jadi termasuk setiap elemen sebagai set instruksi, main memory, intrupsi, exceptions, dan akses peralatan. Hasilnya ialah sebuah mesin tunggal yang dapat menjadi multiplexed diantara banyak user. Virtualisasi penuh hanya mungkin diberikan pada kombinasi yang benar dari elemen hardware dan software. Sebagai contoh, tidak mungkin dengan kebanyakan system IBM pada seri 360, hanya dengan IBM sistem 360-67.
Tantangan utama pada virtualisasi penuh ada pada intersepsi dan simulasi dari operasi yang memiliki hak istimewa seperti instruksi I/O. Efek dari setiap operasi yang terbentuk dengan penggunaan Virtual Machine(VM) haruslah dirawat dalam Virtual Machine(VM) itu operasi virtual tidak diijinkan untuk diubah state dari virtual mesin lainnya, control program atau hardware. Beberapa instruksi mesin dapat di eksekusi secara langsung oleh hardware, semenjak itu efek sepenuhnya terkandung di dalam elemen yang dimanage oleh program kontrol, seperti lokasi memori dan register aritmatik. Tetapi instruksi lain yang dikenal dapat menembus mesin virtual tidak diijinkan untuk langsung di eksekusi, haruslah sebagai gantinya dikurung dan disimulasi.
Beberapa instruksi baik akses atau pengaruh state informasi berada di luar Virtual Machine(VM). Virtualisasi penuh telah terbukti sukses untuk sharing sistem diantara banyak user dan mengisolasi user dari user yang lainnya untuk reabilitas (kepercayaan) dan keamanan.
Virtualisasi Paruh
Virtualisasi paruh dalam ilmu komputer ialah teknik virtualisasi yang digunakan untuk pengimplementasian pada berbagai macam lingkungan virtual machine, salah satunya dengan menyediakan sebagian besar hal yang mendasari suatu hardware. Sebenarnya tidak semua fitur yang dimiliki hardware tersebut tersimulasi, tapi ada beberapa kemudahan Virtual Machine(VM) yang mana tidak semua software dapat berjalan tanpa modifikasi. Biasanya untuk mengartikan bahwa seluruh sistem operasi tidak dapat berjalan pada Virtual Machine(VM) akan mengisyaratkan virtualisasi penuh, namun banyak aplikasi dapat berjalan pada mesin tersebut.
Virtualisasi paruh memiliki pertanda lebih mudah diterapkan daripada virtualisasi penuh. Seiring dengan syarat kegunaan, Virtual Machine(VM) yang kuat mampu untuk mendukung aplikasi penting. Kekurangan virtualisasi paruh dibandingkan dengan virtualisasi penuh adalah keterbelakangan kesesuaian ( compatibility) atau mudah dibawa ( portability). Jika tampilan hardware tertentu tidak disimulasikan, suatu software yang menggunakan tampilan itu akan fail. Terlebih lagi, akan sulit untuk mengantisipasi nilai suatu tampilan yang telah akan digunakan oleh pemberian aplikasi. Virtualisasi paruh telah terbukti secara sukses untuk pertukaran sumberdaya antar banyak pengguna
BAB III
PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di beri kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan khususnya juga para pembaca yang budiman.
 DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=847:konsep-virtualisasi-mesin&catid=10:jaringan&Itemid=14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar