Jumat, 16 September 2016

Matrik

JUDUL
UKHTI BAPERAN
PENULIS
MARETA PUTRI UTAMI
JENIS BUKU
Buku bacaan remaja sampai dengan orang dewasa
TARGET PEMBACA
USIA : 20 – 35 Tahun
PENDIDIKAN : Minimal SMA
WILAYAH : Seluruh nusantara, muslimah
FISIK BUKU
Halaman buku: 70
Ukuran : 15x 20 cm
Cover : Pink, soft, bunga-bunga
Harga jual : 20.000-25.000
KONSEP
Membahas materi yang sedang dialami remaja masa kini.
DESAIN
Percakapan santai, ilustrasi, dan ceramah
TEMA
Baper yang melanda ukhti-ukhti
MANFAAT
·         Dapat menghindari baper
·         Dapat mengatur baper
·         Semangat hijrah dan meluruskan niat





Sabtu, 03 September 2016

Tugas Daftar Isi

Judul : Ukhti Baperan
Sambutan penulis.......
Daftar Isi.....,..................
Kata Mutiara.................
Isi
 Ukhti, apa sih baper itu??......
 Kok bisa Baper?.................
 Serang Bapeer.......
 Basmi Baper untuk BaPer......
Penutup..........

Jumat, 26 Agustus 2016

Tentang Saya

Saya Mareta Putri Utami, kalian bisa panggil dengan nama Mareta saja. Saya perempuan berusia 23 tahun berprofesi sebagai Analis Kesehatan. Pekerjaan yang saya tekuni 2 tahun ini setelah saya lulus di salah satu Akademi di Solo. Saya putri pertama dari dua bersaudara. Saya lahir di Wonogiri tempat asal ayah, setelah itu sempat berpindah- pindah tempat tinggal, bukan karena orang tua bekerja sebagai TNI, Pelayaran, Pilot atau semacamnya tapi memang beliau belum mempunyai tempat tinggal tetap. Saya sempat mengenyam pendidikan sampai SMP di kota Gaplek tersebut.
Saat umur dini sampai SMP, Kakek dan Nenek mengasuh saya, orang tua saat itu menitipkan ke beliau. Masa-masa SMP, saya kurang berkembang tentang teknologi luar, tapi saya mencoba-coba untuk tidak diam dirumah. Setiap pulang sekolah, saya mampir ke pasar hanya sekedar jalan-jalan, nongkrong. Saya juga main kerumah teman dengan transportasi minibus. Mungkin menurut kalian itu biasa, tapi bagi anak di kampung saya hal itu sungguh langka, dan dianggap pemborosan. Saya ingat ada orang tua teman saya melarang kami berteman, karena mereka fikir saya membawa pengaruh buruk, tapi itu masa lalu yang indah dan akan jadi cerita tersendiri.
Waktu SMP saya tergolong siswa yang lumayan pandai, pernah beberapa kali mengikuti lomba. Saya sangat senang walaupun belum menang tapi bisa menjadi pengalaman. Saya sangat bersyukur bisa sekolah di SMP N 6 Wonogiri, saya bisa belajar dengan cukup baik disana, walaupun bagi orang lain SMP N 6 lambat berkembang. Menurut saya sekolah saya menuntun siswanya dengan sangat hati-hati agar kami semua bisa, bukan memenuhi ambisi untuk membangun sekolah. Saya lulus dengan nilai rata-rata 8.2, tidak terlalu buruk, setelah lulus SMP orang tua menginginkan langsung dijuruskan ke kesehatan. Akhirnya merekara menjuruskan, memilihkan dan memasukkan ke pendidikan SMK dengan bidang kesehatan "iya, Analis Kesehatan".
SMK analis kesehatan, salah satu sekolah favorit di solo, saya saat itu sangat bangga bisa masuk di sekolah ini. Saya juga bisa bersaing dengan mereka. Masa SMK, di kota Solo yang cenderung lebih maju dari tempat tinggal sebelumnya. Saya beruntung memiliki teman yang memahami kekatrokan saya waktu itu. Saya menemukan banyak hal baru, pergaulan baru, makanan baru, tempat-tempat keren, kisah baru.
Kisah baru, entah persahabatan atau sedikit bermain dengan perasaan. Kodrat perempuan yang gengsi jika harus menyatakan perasaan membuat saya mencoba menuangan lewat tulisan. Bacaan saya waktu it dar majalah-majalah semacam cerpen dan cerbung. Saya mencoba menulis cerpen dengan latar pengalaman pribadi sedikit di modifikas. Saya saat itu baru berhasil menulis satu halama dan tidak saya lanjutkan. Saya merasa aneh ketika saya membaca ulang tulisan saya sendiri, bahkan saya malu membacanya.
Saya bukan perempuan yang gila membaca. Saya punya cerita sedikit kisah SMP, saat itu saya sangat sering meminjam buku bacaan diperpustakaan. Saya pernah memamerkan kartu piminjamam buku perpustakaan ke orang tua saya,malam itu beliau menyampaikan " buku bacaan terus yang di pinjem, buku pelajarannya kapan". Mulai dari itu saya berhenti meminjam buku bacaan, hanya sesekali meminjam buku pelajaran. Sehingga sekarang ini saya menjadi jarang membaca. Saya menyukai bacaan yang instan, tidak terlalu panjang. Padahal dengan membaca dapat mengasah kemampuan menulis.
Membaca, salah satu kerabat karib menulis ini menurut saya penting menjadi syarat seorang penulis. Saya mulai memaksakan diri untuk membaca novel belum lama ini. Menjadi penulis menurut saya tidak mudah, butuh ke istiqomahan dalam membaca, menulis, imajinai untuk tulisan fiksi misalanya tentunya niat yang sungguh-sungguh harus dimiliki. Saya sudah menutup keinginan menjadi penulis, hingga suatu saat saya mendengar cerita teman saya bahwa dia mengikuti KMO.
Saya mendengar cerita tentang KMO dari teman, tentang betapa serunya group ini. Teman belajar dari seluru Indonesia. Keinginan menjadi penulis muncul lagi, semangatku muncul lagi. Saat itu sangat ingin mengikuti kelas itu, tapi kelas sudah dimulai, saya terlambat saat itu. Saya hanya menambahkan pertemanan dengan Bu Rina. Akhirnya, saya membaca kabar KMO batch 7 di buka, saya tidak fikir panjang langsung mendaftar. Saya sangat senang bisa bergabung di KMO, menjadi salah satu dari mereka. Saya amat bahagia, akhirnya bisa ikut juga. Ini kisah baru di hidup saya yang mungkin akan membawa saya ke tujuan baru.
Kelas ini sangat keren, walaupun cuma dengan online tapi coachnya selalu aktif memantau, sangat terasa dekat dengan siswa, walaupun saya jarang komen, tapi membaca dan melihat keseruan teman-teman sangat terasa keseruannya. Saya sebenernya ingin sekali-duakali komentar tapi nggak tau selalu belum jadi. Saya memang kurang bisa memulai dengan teman baru. Saya harus berani dan selalu menjadi diri sendiri supaya orang tidak kabur.
Kenapa saya ingin menulis? Menulis membuat kita selalu berfikir tentang apapun, rasanya sedih sekali otak ini di gunakan untuk berfikir kreatif dan membuat inovasi baru. Menulis dapat menjadi sarana kia untuk megeluarkan unek - unek, kadang kita malu atau gengsi tapi lewat tulisan kita bisa bebas tinggal bagaimana kita menyampaikan. Saya mencoba menulis dan berniat menjadi penulis menanggalkan rasa malu karena tulisan yang masih sangat jauh dari minimal. Saya berniat oleh karena itu saya harus mencoba. Semoga lancar dan Allah memberkahi setiap niat baik. Aamiin.

Sabtu, 04 Juni 2016

Do'a kepada kawan

      Kemarin kami masih bisa melihatmu kawan, "bersliweran" entah menyelesaikan urusan apa. Kita bekerja di tempat yang sama, tapi hari ini engkau berpamitan untuk menekuni pekerjaan yang lebih baik, sesuai dengan bidang mu.
     Ada cobaan sebelum ini, Engkau mungkin ditahan karena kamu terlalu membutuhkan kmu kawan. Semangat!!! Allah bersama kita. Allah yang akan memberikan jalan, Allah maha tahu maksud dibalik ini semua.
     Semoga ditempat yang baru kamu menemukan kawan baru, semangat baru, dan lingkungan yang menyenangkan, tapii jangan coba-coba lupa dengan kamiii.. Hehehe
😁😁😁

Jumat, 03 Juni 2016

Masa Lalu Terkenang

       Apa kabar teman? Pasti kau bahagia disana. Hari ini tiba-tiba hati ini mengingatmu, sebenarnya pikiran sudah melawan mati-matian. Mata ku pun kau bujuk untuk mengeluarkan air. Kenapa kalian ini? Hari ini begitu rapuh.
       Besok hari bahagianya, pernah kau bercerita tentang ini sebelum hari itu, pernah berniat memberikan sesuatu. Tapii... Aku hanya teman yang baru kau kenal, perjuangan ku belum cukup membuatmu memilihku. Seseorang yang terindah, akan setia mendampingi. Selamat Wisuda teman, semoga ilmu mu berguna, berkah.
       Seringku bersyukur, diberikan kesempatan dekat dengan kalian, terutama kamu. Tapi kini terkadang mengenangmu sungguh menyakitkan, dan mana mungkin bisa lupa, semua ada di depan mata ku.
       Masa lalu.......  

Rabu, 01 Juni 2016

Belajar

Belajar bisa dimana dan kapan saja, tidak selalu dari bangku sekolah. Hari ini saya menjadikan teman saya "Septi" sebagai guru. Akhwat yang selalu ceria, berfikir positif, memaafkan dan selalu baik kepada siapa saja. Kalau kalian tanya sebaik apa dia, aku rasa luar dan dalam hatinya tidak menyimpan sedikitpun sebel dengan A, B, C, tidak ada kepura"an. Allah memberikan janji yang amat nyata. Jika kita baik maka kita akan didekatkan demgan orang" baik. Seperti temanku ini. Aamiin.

Selasa, 31 Mei 2016

Lebih baik lagi ya

Perempuan dengan golongan darah B berkarakter Sanguinis, itu lah saya. Karakter cerewet tapi akan memilih diam disaat" tertentu. Baiklah kamu lebih bisa dekat, kamu lebih banyak pengetahuan, kmu membanggakan diri sendiri. Tidak ada kesempatan untuk saya berbicara, Baiklah saya mah apa atuh. :)

Senin, 30 Mei 2016

Mengetuk masa lalu

Entah kesalahan tipe berapa yang Ami buat, sehingga memancing Ara untuk menghubungi lagi. Luka yang kesekian waktunya muncul lagi,  meruntuhkan indahnya move on. Jangan bermain-main dengan hati. 

Minggu, 29 Mei 2016

Tik tok tik tok, suara detik jam dinding sangat jelas terdengar... Dinda merenung di pojok kamar "Harus dapat uang dari mana lagi aku", keluh Dinda. Hari ini menjenguk Niki, tapi uang dikantong tinggal 20.000. " nggak mungkin aku nggak bawa apa-apa".
"Sudahlah berangkat saja, nanti patungan pakai uang ini saja". Aku mampir dulu ke warung rajin, karena waktu itu jam 9 cuma warung ini saja yang buka. Aku bertemu Ina disini, setelah lama ngobrol " ini mba bayaran nya", sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
Allah lebih tau kapan saat yang tepat untuk memberi, menarik sesuatu ingat,,,!!! ALLAH PALING TAU !!!
Aku Cinta Allah

Sabtu, 28 Mei 2016

Rumah

"Lirihmu terdengar ibu, dari setiap kata yang kau ucap. Aku harus berusaha lebih dari ini". Setiap pencapaian seseorang telah menghasilkan kebanggaan masing-masing. " Semoga suatu saat nanti saya bisa membahagiakanmu ibu, membanggakanmu". Do'akan anak mu, maafkan dinda, karena ibu menunggu sangat lamaa.. "Jangan lelah ibu". Aku sayang ibu. Ya Allah, berikan umur yang panjang untuk ibu, ayah hamba agar masih banyak waktu untuk membahagiakan beliau. Aamiin.

Kamis, 26 Mei 2016

Kisah Pagi

Pernahkan kalian merasa saat pikiran kita sangat ingin tersenyum, tapi bibir ini serasa susah digerakkan. Saat hati sedang sendu, ya itu yang Ami rasakan. Tiga bulan yang lalu Ikhwan ini menyapa, menawarkan menjadi teman, sampai kapan pun mereka hanya teman. Mereka mulai saling memberi kabar, saling menyapa satu sama lain. "Jaga perasaanmu ukhti", ikhwan ini selalu mengingatkan. Salahkan jika timbul perasaan, salahkah??? Jika kamu selalu menghubungi saya? Baiklah kamu jangan menguhungi saya lagi. Keputusan untuk berhenti menyapamu adalah pilihan terbaik. Sampai suatu ketika hp Ami berbunyi, Dia datang lagi, hubungan seperti apa kali ini. Satu bulan berlalu mereka semakin merasa dekat, setidaknya itu yang Ami rasakan. Ami berfikir perasaan itu sama sampai suatu malam tersadarkan oleh berita.
Ikhwan ini menikah dua minggu lagi. Waktu yang sangat cepat untuk mengikhlaskanmu. "Aku harus datang", Ami memberi semangat dirinya sendiri. Memulai memeluk erat masa lalu, berdamai dengan masa lalu, memaafkan untuk membahagiakan diri.
Hari pernikahan sudah berlalu, Per temanan harus berlanjut, kubur lah masa lalu mu di dalam hati mu, menjadi rahasia mu, hiduplah lagi bersahabat lagi, Bangun cinta bukan jatuh cinta.