Perempuan dengan golongan darah B berkarakter Sanguinis, itu lah saya. Karakter cerewet tapi akan memilih diam disaat" tertentu. Baiklah kamu lebih bisa dekat, kamu lebih banyak pengetahuan, kmu membanggakan diri sendiri. Tidak ada kesempatan untuk saya berbicara, Baiklah saya mah apa atuh. :)
Selasa, 31 Mei 2016
Senin, 30 Mei 2016
Mengetuk masa lalu
Entah kesalahan tipe berapa yang Ami buat, sehingga memancing Ara untuk menghubungi lagi. Luka yang kesekian waktunya muncul lagi, meruntuhkan indahnya move on. Jangan bermain-main dengan hati.
Minggu, 29 Mei 2016
Tik tok tik tok, suara detik jam dinding sangat jelas terdengar... Dinda merenung di pojok kamar "Harus dapat uang dari mana lagi aku", keluh Dinda. Hari ini menjenguk Niki, tapi uang dikantong tinggal 20.000. " nggak mungkin aku nggak bawa apa-apa".
"Sudahlah berangkat saja, nanti patungan pakai uang ini saja". Aku mampir dulu ke warung rajin, karena waktu itu jam 9 cuma warung ini saja yang buka. Aku bertemu Ina disini, setelah lama ngobrol " ini mba bayaran nya", sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
Allah lebih tau kapan saat yang tepat untuk memberi, menarik sesuatu ingat,,,!!! ALLAH PALING TAU !!!
Aku Cinta Allah
"Sudahlah berangkat saja, nanti patungan pakai uang ini saja". Aku mampir dulu ke warung rajin, karena waktu itu jam 9 cuma warung ini saja yang buka. Aku bertemu Ina disini, setelah lama ngobrol " ini mba bayaran nya", sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
Allah lebih tau kapan saat yang tepat untuk memberi, menarik sesuatu ingat,,,!!! ALLAH PALING TAU !!!
Aku Cinta Allah
Sabtu, 28 Mei 2016
Rumah
"Lirihmu terdengar ibu, dari setiap kata yang kau ucap. Aku harus berusaha lebih dari ini". Setiap pencapaian seseorang telah menghasilkan kebanggaan masing-masing. " Semoga suatu saat nanti saya bisa membahagiakanmu ibu, membanggakanmu". Do'akan anak mu, maafkan dinda, karena ibu menunggu sangat lamaa.. "Jangan lelah ibu". Aku sayang ibu. Ya Allah, berikan umur yang panjang untuk ibu, ayah hamba agar masih banyak waktu untuk membahagiakan beliau. Aamiin.
Kamis, 26 Mei 2016
Kisah Pagi
Pernahkan kalian merasa saat pikiran kita sangat ingin tersenyum, tapi bibir ini serasa susah digerakkan. Saat hati sedang sendu, ya itu yang Ami rasakan. Tiga bulan yang lalu Ikhwan ini menyapa, menawarkan menjadi teman, sampai kapan pun mereka hanya teman. Mereka mulai saling memberi kabar, saling menyapa satu sama lain. "Jaga perasaanmu ukhti", ikhwan ini selalu mengingatkan. Salahkan jika timbul perasaan, salahkah??? Jika kamu selalu menghubungi saya? Baiklah kamu jangan menguhungi saya lagi. Keputusan untuk berhenti menyapamu adalah pilihan terbaik. Sampai suatu ketika hp Ami berbunyi, Dia datang lagi, hubungan seperti apa kali ini. Satu bulan berlalu mereka semakin merasa dekat, setidaknya itu yang Ami rasakan. Ami berfikir perasaan itu sama sampai suatu malam tersadarkan oleh berita.
Ikhwan ini menikah dua minggu lagi. Waktu yang sangat cepat untuk mengikhlaskanmu. "Aku harus datang", Ami memberi semangat dirinya sendiri. Memulai memeluk erat masa lalu, berdamai dengan masa lalu, memaafkan untuk membahagiakan diri.
Hari pernikahan sudah berlalu, Per temanan harus berlanjut, kubur lah masa lalu mu di dalam hati mu, menjadi rahasia mu, hiduplah lagi bersahabat lagi, Bangun cinta bukan jatuh cinta.
Ikhwan ini menikah dua minggu lagi. Waktu yang sangat cepat untuk mengikhlaskanmu. "Aku harus datang", Ami memberi semangat dirinya sendiri. Memulai memeluk erat masa lalu, berdamai dengan masa lalu, memaafkan untuk membahagiakan diri.
Hari pernikahan sudah berlalu, Per temanan harus berlanjut, kubur lah masa lalu mu di dalam hati mu, menjadi rahasia mu, hiduplah lagi bersahabat lagi, Bangun cinta bukan jatuh cinta.
Langganan:
Komentar (Atom)