SPUTUM
A.
Definisi
Sputum adalah secret dibatukkan dan berasal dan bronkhie, bukan bahan
yang berasal dari tenggorokan, hidung atau mulut.
B.
Macam-Macam yang digunakan untuk Pemeriksaan
Laboratorium
C. Sputum pagi (sampel yang terbaik)
Sputum yang dibatukkan pertama kali saat bangun
tidur,
1.
Sputum Induksi
D.
Cara Pengambilan Sputum
1.
Pada anak
a. Nasofaring swab (usapan nasofaring /
sekrit tenggorok)
-
Sputum tertinggal pada dinding tenggorok anak, sehingga
ulasan dinding nasofaring dapat diambil sebagai sampel sputum.
-
Cukup baik untuk penderita bronchitis disebabkan oleh
Haemophilus influenza.
b.
Caughplate :
Batuk langsung
pada cawan / piring
c.
Cough Swat Technique
-
Cara
ini mudah dikerjakan dan sampel tidak
terkontaminasi
-
Mulut
dibuka dengan bantuan spatel, lidah ditekan maka epiglottis terlihat, epiglotis
dihisap dengan swab untuk merangsang batuk.
2.
Pada penderita sukar batuk
Dilakukan dengan sputum induksi : menaikkan
sekresi bronchus dan merangsang batuk, dilakukan dengan 10% propyline glycol.
3.
Pada orang dewasa
Sampel yang digunakan sputum pagi dan sputum induksi
4.
Pada khasus tertentu
Didapat dengan
aspirasi trantracheal
a.
Pada kontra indikasi trantracheal aspirasi àpenderita
tak kooperatif, diatese hemoragi, batuk berat, kardiak anitmia
b. Pada komplikasi à pendarahan, inteksi pada trachea, episema
sub human
*Sampel sputum sering
terkontaminasi dengan salifa, sekresi, sanafaring dan bakteri
* Untuk mengurangi kontaminasi
dilakukan.
-
Kumur
terlebih dahulu sebelum sampel diambil
-
Memakai ekspeteran / mukolitik
Ø
Wadah yang telah digunakan disterilkan dalam
autoclave, karton sputum harus dibakar, meja kerja dan mikroskop dibersihkan
dengan larutan Lysol 10%
E.
Pemeriksaan Laboratorium
1.
Pemeriksaan Makroskopis
2. Prinsip
percobaan : Untuk menggambarkan rupa sputum dengan cahaya tembus, ambil
sejumlah sputum secukupnya, ratakan dalam sebuah cawan petri dengan batang
steril, dengan bantuan sinar matahari nyatakan rupa sputum secara makroskopis. Sedang, untuk pemeriksaan unsur khusus,
perlu latar belakang hitam dan dengan loupe.
3.
Bahan pemeriksaan : sputum
4. Alat yang digunakan : piring petri, batang
steril, loupe
5.
Reagen:(-)
6.
Tata cara pemeriksaan :
Volume : Nyatakan dengan
sedikit banyak, banyak, tidak ada sedang. Jika banyak atau sedang ukur berapa
aja.
Warna : Nyatakan dengan kuning, hijau,
coklat, merah
Bau : Nyatakan dengan
tidak berbau, berbau, barbau faeces atau berbau busuk.
Konsistensi : Nyatakan dengan jernih,
serus, opalesen atau kental, mukus, purulen, seromukus, mukopurulen.
Unsur khusus :
Nyatakan dengan ada (+)
Misal masa pekerjaan (+)
Keadaan
normal sputum :
Volume : Sedikit atau tak ada (tak lebih 25
m) per 24 jam
Warna : Tidak berwarna
Bau : Tak berbau
Konsistensi : seperti air, sedikit kental
Unsur khusus
: tidak ada
B. 2. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS
B.2. a. Natif
1. Metode pemeriksaan : Pemeriksaan
mikroskopis sediaan natif
2. Prinsip percobaan : Untuk melihat
unsur-unsur dalam sputum secara mikroskopis
perlu dilakukan pemeriksaan pada preparat natif.
3.
Sample :
Sputum
4.
Alat : -
Obyek glass
- Kaca
penutup
- Api spiritus
- Mikroskop
5.
Tata cara pemeriksaan :
Ambil sedikit sputum, ratakan pada obyek glas. Panaskan sediaan tersebut pada
api. Biarkan dingin, periksa.
Dicari : serabut
elastis, spiral curchmann, kristal- kristal, sel mengandung butir
hyalin,lekosit,eosinofil,eritrosit,epitel,limfosit,jamur,parasit.
6. Tata cara pembacaan hasil : Bila ada
nyatakan dengan ada (+)
B.2.b Pengecatan Gram.
1. Metode pemeriksaan : Pemeriksaan sputum dengan pengecatan GRAM
2. Prinsip percobaan : Untuk melihat unsur dalam sputum secara mikroskopis perlu dilakukan pemeriksaan
preparat dengan pengecatan.
3.
Sample :
Sejumlah sputum
4.
Alat :-
Obyek Glas
- Api Spiritus
- Mikroskopis
5.
Reagen
Gram A, Gentian violet 1 gr, phenol 10% 99cc
Gram B, Iodium 1 gr, Kalium
Iodida 2 gr, Aquadest 30 cc
Gram C, Alkohol 90%
Gram D, Safranin 1 gr, Alkohol
96%cc, Aquadest 99 cc
6.
Tata cara pemeriksaan :
Preparat
tipis yang telah direkat, digenangi larutan Gram selama 5 menit. Tanpa dicuci
dimasukkan ke dalam larutan Gram B selama 30 detik / 40 detik. Segera cuci dengan
air lalu dimasukkan larutan gram C sampai warnanya mulai luntur. Tepat pada
waktu luntur, segera cuci dengan air dan masukkan ke dalam larutan gram D
selama 5 menit. Cuci dengan air, biarkan kering, periksalah.
7.
Tata cara pembacaan hasil :
Bakteri
Gram positif berwarna ungu
Bakteri
Gram negative berwarna merah
Gram
positif (+) :
Streptococcus
Staphylococcus
Diplococcus Mycobacterium
tubercolosae
Gram
negatif (-) :
Neisseria
catharralis Neissera
gonorrhoe
Hemopylus
influenza Bacillus friedlander
B.2.c Ziehl Neelsen.
1. Metode pemeriksaan : Pemeriksaan sputum pengecatan Ziehi Neelsen
2. Prinsip pemeriksaan : Untuk melihat unsur-unsur dalam sputum
secara mikroskopis perlu di lakukan pemeriksaan pada preparat pengecatan.
3.
Sample :
Sejumlah sptum
4.
Alat-alat :
obyek glas
Mikroskop
Apispirtus
5.
Reagen
ZNA Fuchsin
basis 1 gr, alkohol 96% 10 cc, phenol
5% dalam aqua
960 cc
ZNB HCL pekat 3 cc,
alcohol 97 cc
ZNC Methylene
blue
6.
Tata Cara Pemeriksaan
Preparat tipis yang telah direkat digenangi dengan larutan ZNA dan
dipanaskan di atas lampu spirtus sehingga terlihat adanya uap keluar dari
genangan, tetapi dijaga larutan jangan sampai mendidih, kemudian didinginkan. Ulang
pekerjaan ini sampai tiga kali. Kemudian larutan dibuang dan preparat dicuci
dengan air lalu dimasukkan ke dalam larutan ZNB Sambil digoyang-goyang sampai
warna cat dilunturkan. Lalu cuci dengan air, kemudian masukkan ke dalam larutan
ZNC selama 5 menit. Cuci dengan air
dan keringkan di udara. Periksalah dengan mikroskop obyektif 100x
7.
Tata Cara Pembacaan Hasil
Bakteri ZN
positif: berwarna merah
Bakteri ZN
negative :berwarna biru
Niehl neelsen untuk pemeriksaan bakteri tahan
asam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar