Kamis, 26 April 2012

SPUTUM


SPUTUM


A.    Definisi
Sputum adalah secret dibatukkan dan berasal dan bronkhie, bukan bahan yang berasal dari tenggorokan, hidung atau mulut.

B.     Macam-Macam yang digunakan untuk Pemeriksaan Laboratorium
C.      Sputum pagi (sampel yang terbaik)
Sputum yang dibatukkan pertama kali saat bangun tidur,
1.      Sputum Induksi
D.    Cara Pengambilan Sputum
1.      Pada anak
a.       Nasofaring swab (usapan nasofaring / sekrit tenggorok)
-          Sputum tertinggal pada dinding tenggorok anak, sehingga ulasan dinding nasofaring dapat diambil sebagai sampel sputum.
-          Cukup baik untuk penderita bronchitis disebabkan oleh Haemophilus influenza.
b.      Caughplate :
Batuk langsung pada cawan / piring
c.       Cough Swat Technique
-          Cara ini mudah dikerjakan  dan sampel tidak terkontaminasi
-          Mulut dibuka dengan bantuan spatel, lidah ditekan maka epiglottis terlihat, epiglotis dihisap dengan swab untuk merangsang batuk.
2.      Pada penderita sukar batuk
Dilakukan dengan sputum induksi : menaikkan sekresi bronchus dan merangsang batuk, dilakukan dengan 10% propyline glycol.
3.      Pada orang dewasa
Sampel yang digunakan sputum pagi dan sputum induksi
4.      Pada khasus tertentu
Didapat dengan aspirasi trantracheal
a.       Pada kontra indikasi trantracheal aspirasi àpenderita tak kooperatif, diatese hemoragi, batuk berat, kardiak anitmia
b.      Pada komplikasi à pendarahan, inteksi pada trachea, episema sub human
*Sampel sputum sering terkontaminasi dengan salifa, sekresi, sanafaring dan bakteri
        * Untuk mengurangi kontaminasi dilakukan.
-          Kumur terlebih dahulu sebelum sampel diambil
-          Memakai ekspeteran / mukolitik
Ø  Wadah yang telah digunakan disterilkan dalam autoclave, karton sputum harus dibakar, meja kerja dan mikroskop dibersihkan dengan larutan Lysol 10%
E.     Pemeriksaan Laboratorium
1.      Pemeriksaan Makroskopis
2.      Prinsip percobaan : Untuk menggambarkan rupa sputum dengan cahaya tembus, ambil sejumlah sputum secukupnya, ratakan dalam sebuah cawan petri dengan batang steril, dengan bantuan sinar matahari nyatakan rupa sputum secara makroskopis. Sedang, untuk pemeriksaan unsur khusus, perlu latar belakang hitam dan dengan loupe.
3.      Bahan pemeriksaan : sputum
4.      Alat yang digunakan : piring petri, batang steril, loupe
5.      Reagen:(-)
6.      Tata cara pemeriksaan :
Volume           : Nyatakan dengan sedikit banyak, banyak, tidak ada sedang. Jika banyak atau sedang ukur berapa aja.
Warna              : Nyatakan dengan kuning, hijau, coklat, merah
Bau                  : Nyatakan dengan tidak berbau, berbau, barbau faeces atau berbau busuk.
Konsistensi      : Nyatakan dengan jernih, serus, opalesen atau kental, mukus, purulen, seromukus, mukopurulen.
Unsur khusus  :  Nyatakan dengan ada (+)
                           Misal masa pekerjaan (+)
Keadaan normal sputum :
Volume           : Sedikit atau tak ada (tak lebih 25 m) per 24 jam
Warna              : Tidak berwarna
Bau                  : Tak berbau
Konsistensi      : seperti air, sedikit kental
Unsur khusus : tidak ada
B. 2. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS
B.2. a.  Natif
1.      Metode pemeriksaan : Pemeriksaan mikroskopis sediaan natif  
2.      Prinsip percobaan     : Untuk melihat unsur-unsur dalam sputum secara  mikroskopis perlu dilakukan pemeriksaan pada preparat natif.
3.      Sample      : Sputum

4.      Alat           : - Obyek glass
  - Kaca penutup
   - Api spiritus
  - Mikroskop
5.      Tata cara pemeriksaan       : Ambil sedikit sputum, ratakan pada obyek glas. Panaskan sediaan tersebut pada api. Biarkan dingin, periksa.
Dicari : serabut elastis, spiral curchmann, kristal- kristal, sel mengandung butir hyalin,lekosit,eosinofil,eritrosit,epitel,limfosit,jamur,parasit.
6.      Tata cara pembacaan hasil : Bila ada nyatakan dengan ada (+)
B.2.b   Pengecatan Gram.
1.      Metode pemeriksaan   : Pemeriksaan sputum dengan pengecatan GRAM
2.      Prinsip percobaan        : Untuk melihat unsur dalam sputum secara mikroskopis             perlu dilakukan pemeriksaan preparat dengan pengecatan.
3.      Sample                        : Sejumlah sputum
4.      Alat                             :- Obyek Glas
                                            - Api Spiritus
                                            - Mikroskopis
5.      Reagen
Gram A, Gentian violet 1 gr, phenol 10% 99cc
Gram B, Iodium 1 gr, Kalium Iodida 2 gr, Aquadest  30 cc
Gram C, Alkohol 90%
Gram D, Safranin 1 gr, Alkohol 96%cc, Aquadest 99 cc
6.      Tata cara pemeriksaan :
Preparat tipis yang telah direkat, digenangi larutan Gram selama 5 menit. Tanpa dicuci dimasukkan ke dalam larutan Gram B selama 30 detik / 40 detik. Segera cuci dengan air lalu dimasukkan larutan gram C sampai warnanya mulai luntur. Tepat pada waktu luntur, segera cuci dengan air dan masukkan ke dalam larutan gram D selama 5 menit. Cuci dengan air, biarkan kering, periksalah.
7.      Tata cara pembacaan hasil :
Bakteri Gram positif berwarna ungu
Bakteri Gram negative berwarna merah
Gram positif (+) :
Streptococcus                                Staphylococcus
Diplococcus                                  Mycobacterium tubercolosae
Gram negatif (-) :
Neisseria catharralis                      Neissera gonorrhoe
Hemopylus influenza                    Bacillus friedlander
B.2.c    Ziehl Neelsen.
1.      Metode pemeriksaan   : Pemeriksaan sputum pengecatan Ziehi Neelsen
2.      Prinsip pemeriksaan    : Untuk melihat unsur-unsur dalam sputum secara mikroskopis perlu di lakukan pemeriksaan pada preparat pengecatan.
3.      Sample                        : Sejumlah sptum
4.      Alat-alat                      : obyek glas
                                            Mikroskop
                                            Apispirtus
5.      Reagen
ZNA Fuchsin basis 1 gr, alkohol 96% 10 cc, phenol
5% dalam aqua 960 cc
ZNB HCL pekat 3 cc, alcohol 97 cc
ZNC Methylene blue
6.      Tata Cara Pemeriksaan
Preparat tipis yang telah direkat digenangi dengan larutan ZNA dan dipanaskan di atas lampu spirtus sehingga terlihat adanya uap keluar dari genangan, tetapi dijaga larutan jangan sampai mendidih, kemudian didinginkan. Ulang pekerjaan ini sampai tiga kali. Kemudian larutan dibuang dan preparat dicuci dengan air lalu dimasukkan ke dalam larutan ZNB Sambil digoyang-goyang sampai warna cat dilunturkan. Lalu cuci dengan air, kemudian masukkan ke dalam larutan ZNC selama 5 menit. Cuci dengan air dan keringkan di udara. Periksalah dengan mikroskop obyektif 100x
7.      Tata Cara Pembacaan Hasil
Bakteri ZN positif: berwarna merah
Bakteri ZN negative :berwarna biru
Niehl neelsen untuk pemeriksaan bakteri tahan asam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar